Timnas Muda Bermain Bagus Ternyata Punya Catatan Ini Diluar Negeri
Gelaran kompetisi AFF U-18 ternyata beberapa kali menampilkan pertandingan hujan gol di setiap tahun pelaksanaannya.
Kemenangan sembilan gol timnas U-18 Indonesia atas Filipina ternyata bukan satu satunya pertandingan yang menciptakan gol terbanyak.
BolaSport.com merangkum beberapa pertandingan hujan gol yang terjadi pada gelaran kompetisi tim muda sepak bola ASEAN ini.
Pertandingan 8 Gol : 7 Pertandingan
Pada awal AFF U-18 digelar tahun 2002 di Kamboja dan Thailand, timnas Myanmar berhasil mengalahkan Sinapura dengan skor 7-1.
Satu tahun setelahnya pada gelaran AFF U-18 2003 di Myanmar dan Vietnam, tuan rumah Myanmar kembali menang besar 8-0 atas Laos.
Vietnam pada gelaran AFF U-18 2005 berhasil menang 6-2 saat melawan Brunei pada gelaran yang dilaksanakan di Indonesia.
Pertandingan 8 gol selanjutnya yang terjadi adalah saat saat Malaysia menang 7-1 atas Timor Leste pada gelar AFF U-18 2009 di Vietnam.
Pada gelaran tahun 2011 di Myanmar, Kamboja juga sukses menang atas Filipina dengan skor 5-3.
Thailand juga pernah menang delapan gol atas Brunei dalam gelaran AFF U-18 2013 yang dilaksanakan di Indonesia.
Pada tahun yang sama, Thailand juga bermain imbang 4-4 melawan Myanmar.
Pertandingan 9 Gol : 3 Pertandingan
Jika Myanmar berhasil menang dengan skor 7-1 di AFF U-18 2002, Thailand juga berhasil menang telak 8-1 atas Malaysia pada gelaran yang sama.
Pertandingan 9 gol lalu tidak pernah terjadi hingga sampai gelaran AFF U-18 2017 di Myanmar.
Dua pertandingan di Grup B sama sama menyuguhkan pertandingan dengan 9 gol.
Pertandingan tersebut adalah kemenangan Vietnam atas Brunei dengan skor 8-1 dan timnas U-18 Indonesia atas Filipina dengan skor 9-0.
Pertandingan 10 Gol : 2 Pertandingan
Pada gelaran tahun 2007, Malaysia melakoni laga hujan gol kala menang atas Laos dengan skor 7-3.
Pertandingan hujan sepuluh gol lainnya dilakoni Indonesia saat menang Brunei, sepuluh gol tanpa balas, pada gelaran tahun 2011.
Pertandingan 11 Gol : 1 Pertandingan
Brunei harus rela kalah dengan margin gol yang cukup banyak, kala melawan Thailand di AFF U-18 2005.
Thailand mencukur Brunei saat itu dengan skor 10-1 di babak penyisihan.
Pertandingan 12 Gol : 1 Pertandingan
Kalah dengan selisih 9 gol, Brunei kembali tersungkur saat bertemu Malaysia pada gelaran tahun 2005.
Gawang Brunei dijebol dengan selusin gol oleh Malaysia, dua hari setelah kalah telak melawan Thailand.
Akankah pertandingan hujan gol kembali terjadi di sisa partai gelaran AFF U-18 2017? kita tunggu saja.
=====
Timnas Indonesia U-19 bermain sangat impresif saat menghancurkan Filipina di Stadion Thuwunna, Kamis (7/9/17). Mereka menghancurkan lawannya itu sembilan gol tanpa balas.
Hattrick Feby Eka Putra, brace Egy Maulana dan Muhammad Iqbal, serta kontribusi Muhammad Rafli dan Resky Witriawan adalah alasan di balik pesta gol Timnas Indonesia U-19.
Tidak hanya gol, timnas juga dominan pada kategori lain. Menurut catatan Labbola, mereka sukses kuasai 75 persen bola. Bukan hanya itu, pasukan Indra Sjafri melepas 27 percobaan ke gawang, 18 di antaranya tepat sasaran.
Penampilan impresif itu jelas beriringan dengan kinerja impresif para aktor lapangan. Berikut rapor pemain Timnas Indonesia U-19 saat hancurkan Filipina:
Kiper & Bek:
Muhamad Riyandi (7,0): Riyandi tidak mendapat ujian berarti pada laga ini. Tapi, dia tetap menjalankan tugas saat dibutuhkan. Ada tiga penyelamatan yang dilakukannya.
Samuel Christianson (7,5): Samuel sangat fleksibel. Tidak hanya membuat penyerang Filipina kesulitan mengembangkan permainan, dia juga jadi kreator terciptanya satu gol Indonesia.
Rachmat Irianto (7,0): Lugas, merupakan ciri permainan sang kapten dalam laga ini. Minimnya peluang Filipina tidak lain karena kehadirannya di lini belakang. Rian, sapaan akrabnya bahkan nyaris cetak gol.
Nurhidayat Haris (7,0): Menjadi duet yang pas bagi Rian. Keduanya sangat tenang di belakang. Belajar dari laga melawan Myanmar, keduanya sukses mengembangkan permainan dan tampil lebih baik.
Rifad Marasabessy (7,5): Sejak awal turnamen, Marasabessy sudah menunjukkan kebolehannya. Lawan Filipina, dia juga jadi salah satu bintang dengan jadi kreator gol Garuda Nusantara. Kecepatannya di sisi kanan sangat berguna.
Tengah & Depan:
Asnawi Mangkualam (7,0): Terlepas dari kegagalannya eksekusi penalti, penampilan mantan penggawa timnas U-22 Indonesia itu sangat taktis. Dia menjadi gelandang pengangkut air paling sibuk patahkan serangan balik Filipina.
Feby Eka Putra (8,5): Feby awalnya tak terlihat. Namun dia menyengat bak petir dengan mencetak hattrick hanya dari tiga percobaan.
Syahrian Abimanyu (7,0): Abimanyu memang tak cetak gol. Tapi dia mengkreasi gol dari Feby di menit ke-68.
Egy Maulana Vikri (8,0): Cuma bermain 45 menit. Namun, statistiknya pada babak pertama sangat istimewa. Dia menghasilkan dua gol, dari tujuh percobaan, dan satu assist. Egy juga membuat dua peluang bagi rekannya pada laga ini.
Muhammad Iqbal (8,0): Iqbal tak kalah istimewa pada pertandingan ini. Mengapa tidak, dia sukses mengemas dua gol.
Hanis Saghara (7,0): Hanis juga memainkan peran pada laga ini. Dia mencatat satu assist meski tidak mencatatkan nama di papan skor.
Cadangan:
Irsan Lestaluhu (7,0): Irsan menggantikan Egy pada babak kedua. Menggantikan bintang utama tim, penampilannya patut diapresiasi dengan melakukan lima kali percobaan ke gawang.
Resky Witriawan (7,5): Mengisi posisi Asnawi, Resky tampil istimewa. Dia menjadi pelengkap pesta gol Indonesia.
Muhammad Rafli (7,5): Merumput selama 18 menit cukup bagi Rafli untuk unjuk gigi. Dia mencetak gol kedelapan Indonesia melalui titik putih. Eksekusinya sangat tenang dan mampu memberdaya kiper dadakan Filipina.
